Jumat, 03 Oktober 2014

Pandangan Agama dan Ilmuan Mengenai Teori Evolusi Darwin



Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi. 

Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk spesies baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.
Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, diantara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori. Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang teori evolusi sangat menarik untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru. 

Profil Darwin
Charles Robert Darwin lahir pada 12 februari 1809. Charles Darwin dilahirkan di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, di rumah keluarganya, the Mount House. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara dari seorang dokter yang kaya, Robert Darwin dan Susannah Wedgwood. Kakeknya, Erasmus Darwin dari pihak ayah dan Josiah Wedgwood dari pihak ibunya. Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin — Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika Charles masih berusia delapan tahun. Ketika pada tahun berikutnya ia bersekolah di Sekolah Shrewsbury yang tidak begitu jauh, ia tinggal di asrama sekolah itu. 

Darwin adalah orang yang menjalani masa kecil dengan perilaku yang cukup jorok. Pada usia 12 tahun, misalnya, dia hanya sekali dalam sebuah membasuh kaki saat di sekolah. Hal ini tentu bertolak belakang dengan harapan orangtuanya yang menghendaki Darwin bergelut di bidang kesehatan. Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. 

Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmukedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya. Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin. Bahkan barangkali pengaruh Darwin lebih penting terhadap pemikiran agama ketimbang terhadap segi ilmu pengetahuan atau sosiologi. Pada masa Darwin dan bertahun-tahun sesudahnya, banyak penganut setia Nasrani percaya bahwa menerima teori Darwin berarti menurunkan derajat kepercayaan terhadap agama. Kekhawatiran mereka ini barangkali ada dasarnya biarpun jelas banyak sebab faktor lain yang jadi lantaran lunturnya kepercayaan beragama. (Darwin sendiri menjadi seorang sekuler).

Teori Evolusi Darwin
Evolusi merupakan kata umum yang menunjukkan suatu perubahan atau pertumbuhan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang cukup lama. Perubahan tersebut terjadi karena pengaruh alam maupun rekayasa manusia. Teori biologi yang dibicarakan sekarang ini dikembangkan oleh Charles Robert Darwin (1800-1882). Ia mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perubahan evolusi dari makhluk hidup yang sangat sederhana (satu sel organisme) pada awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan melalui proses penurunan dengan modifikasi yang akhirnya berkembang menjadi berbagai spesies organisme di muka bumi sekarang ini, termasuk kejadian manusia. Evolusi suatu spesies menjadi spesies lain berlangsung secara bertahap selama jutaan tahun, dan tentu diantara perubahan bertahap itu terjadi bentuk-bentuk transisi atau bentuk antara, sebagai contoh makhluk dari bentuk ikan mejadi amphibi tidak langsung begitu saja, mulai ikan yang mempunyai insang untuk bernafas, akan menjadi binatang peralihan dari air ke darat lalu insang mulai menghilang dan akan berganti dengan paru-paru, sirip menjadi kaki dan seterusnya. Khusus tentang kejadian manusia, menurut teori evolusi Darwin, manusia adalah hewan atau binatang yang sudah lebih maju. Pokok pemikiran Darwin dan para pengikutnya (Darwinian) mengemukakan bahwa ada sejumlah ras manusia yang berevolusi lebih cepat dan ada ras yang lambat berevolusi. Ras yang cepat berevolusi akan maju, sedangkan ras yang lambat berevolusi akan tertinggal jauh bahkan terlihat masih primitif setingkat kera.

Menurut Darwin tentang kemunculan spesies baru ada dua kemungkinan, yaitu:
1. Secara khusus didiptakan spesies baru pengganti spesies yang punah.
2. Spesies-spesies tersebut berevolusi dari pendahulunya yang tidak tersingkir bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa-masa silam yang mengalami evolusi melalui seleksi alam.

Seleksi alam (natural selection) artinya alam mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang hidup di dalamnya. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya yang akan hidup terus sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan punah. 

Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cenderung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian seringkali merupakan bagian kecil dari keturunannya bertahan hidup sementara besar lainnya tereliminasi. Pemikiran Darwin itu bertolak belakang dengan Lyell, ia tidak menerima kemungkinan evolusi pada biologi, tetapi hanya pada geologi. Namun Darwin yakin bahwa kehidupan telah berevolusi, kemunculan spesies baru merupakan hasil dari penerusan keturunan melalui modifikasi. Darwin juga memperhitungkan kemungkinan terbentuknya generasi secara spontan, yaitu benda mati berubah menjadi makhluk hidup tanpa campur tangan “Sang Pencipta”. Darwin percaya bahwa kehidupan tumbuh bercabang dari batang yang sama dan menghasilkan apa yang kita kenal sekarang dengan radiasi adaptasi.

Dari hasil pemikiran Lyell tentang geologi, Darwin mengubah pemikirannya tentang teori penerusan keturunan dengan modifikasi menjadi sebagai berikut:
1. Perubahan geologi pada muka bumi mengakibatkan perubahan pada habitat alami makhluk hidup.
2. Agar bertahan hidup dalam lingkungan yang telah berubah, organisme hidup mengubah kebiasaan hidupnya.
3. Perubahan perilaku yang berulang-ulang, akhirnya menghasilkan perubahan permanen pada bentuk fisik.
4. Perubahan akhirnya terpatri pada penampilan makhluk hidup secara permanen karena diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.

Prinsip ini merupakan penjelasan Darwin terhadap proses munculnya spesies baru dan adaptasinya terhadap lingkungan. Dengan demikian Darwin menetapkan bahwa perubahan lingkungan secara langsung mengakibatkan perubahan biologi.

Asal-usul kehidupan menurut Darwin di mulai dari:
1. kehidupan dimulai dari sel yang pertama muncul karena faktor kebetulan terbentuk secara mandiri lalu sel ini berkembang dan berevolusi. 
2. makhluk hidup berkembang dari nenek moyang yang sama dan variasi timbul setelah melalui serentetan perubahan kecil. 
3. Perkembangan embrio mengulangi proses evolusi yang dialami oleh nenek moyang di zaman purba.Adapun gelombang-gelombang pada manusia purba yaitu:
a.       Gelombang pertama: Australopithecus
merupakan contoh gelombang homonid asli yang paling tua yang pernah hidup, tidak di hutan seperti kera besar, melainkan di padang rumput luas.
b.       Gelombang kedua: Pithecantropus
            Lebih maju daripada Australopithecus yang diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu
c.       Gelombang ketiga: Neanderthal dan Cro-magnon
            Berukuran sedang, berdiri tegak dan memiliki otot-otot yang berkembang baik namun morfologi mukanya berbeda dengan manusia sekarang         
d.      Gelombang keempat: Homo Sapien.
            manusia yang dikenal sekarang ini diperkirakan telah ada sekitar 35.000-40.000 tahun yang lalu.

Penolakan Teori Darwin dari Sudut Pandang Keilmuan dan Islam
Teori evolusi Darwin merupakan kejadian yang di catat sebagai salah satu peristiwa sejarah yang telah mempengaruhi pemikiran dan kepercayaan manusia di dunia. Konsekuensi dan implikasi negative dari teori evolusi ini meluas melampaui ilmu-ilmu biologi bahkan sampai ke wilayah agama.

Pandangan para ilmuan yang mengkritik teori Darwin diantaranya  adalah sebagai berikut:
 W. R. Thompson
a. Arah evolusi yang digerakkan oleh seleksi alam untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan perlengkapan masing-masing spesies untuk bertahan hidup dan meneruskan karekteristiknya kepada keturunannya sehingga akan terus bertambah dan berubah dalam jumlah, tidak dapat di buktikan Darwin dengan merujuk kepada fakta-fakta mekanisme dan kerja seleksi alam secara ilmiah.
b. Doktrin Darwin bahwa spesies berawal dari evolusi seleksi ala, dan asal-usul bentuk-bentuk kehidupan lewat penurunan dengan modifikasi, serta adanya transformasi dengan mengalami perubahan kecil yang terus menumpuk dalam struktur dan istingnya akibat seleksi alam sehingga terjadi perubahan spesies tetapi demonstrasi ini tidak dapat menunjukkan contoh konkrit dari transmutasi nyata serta mekanisme yang menghasilkan berbagai macam bentuk kehidupan.
c. Postulat Darwin tentang karekteristik yang muncul pada embrio pada tahap perkembangannya pada nenek moyang, umumnya terjadi tidak pada awal kehidupan, yang kemudian diuraikan oleh Haeckle sebagai hokum biogenetic besar (Ontogeni menulangi filogeni) atau hewan yang berkembang ”memanjat pohon silsilsahnya sendiri”, yaitu dengan menyusun bentuk-bentuk kehidupan hewan yang ada ke dalam suatu rangkaian yang meruntut dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, lalu menyisipkan entitas imajiner yang terdapat ketidaksinambungan dan kemudian member fase-fase embriogenik nama yang sesuai dengan tahap-tahap yang disebut  rangkaian evolusi. Namun haeckle tidak mampu menghasilkan hukum alam yang diperoleh dari hasil induksi atas fakta-fakta, karenanya hokum biogenetic tidak bias digunakan sebagai bukti evolusi.
d. Penyelidikan hereditas, variasi, dan mutasi secara ilmiah oleh para ahliyang sejak lama berlangsung hingga sekarang serta ilmu taksonomi meruntuhkan teori Darwin tersebut.
Sayyed Hussein Nasr 
a. Dipandang dari sudut metafisika, realitas sebuah spesies bukan hanya berupa manifestasi materialnya, tetapi sebuah gagasan yang jejaknya dalam bentuk materi tidak membatasi dan menyerap semua realitas esensialnya yang tetap terlepas dari materi.
b. Suatu spesies tidak dapat berkembang menjadi spesies lainkarena setiap spesies adalah sebuah realitas independen yang secara kalitatif berbeda dari spesies lain.
c. Pohon silsilah heackle tampaknya berisikan kontradiksi-kontradiksi yang nyata dan lebih didasarkan pada fantasi dari pada bukti ilmiah.
d. Pertentangan terhadap teri evolusi terus berlanjut pada garis ilmiah, tidak hanya naturalis dan ahli biologi abad ke-19 seperti Louis agassie yang menentang evolusi Darwin, tetapi juga ilmuan-ilmuan kontemporer seperti bournource, Bertrand-sernet, Collins, clark coullery, lemoine, dewar, dan lain-lain.
e. Pada puncaknya,beberapa  orang mengatakan di dunia tempat kita hidup ini evolusi sama sekali tidak terjadi, begitu pula pecobaan-percobaan laboratorium tentang transformasi.
Michael Negus
Penolakan tentang teori Darwin (yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup berkembang dari bahan anorganik, dari molekul-molekul anorganik berkembang menjadi makhluk organic dan setelah itu seluruh tumbuhan dan hewan di turunkan lewat sebuah proses mutasi genetik dan seleksi alam) adalah dengan cara:
a. Menggunakan gagasan informasi matematis bahwa organism hidup memilki kuantitas informasi yang jauh lebih besar dari pada benda mati, jadi semua organisme hidup mempertahankan informasi atau kehilangan informasi.
b. Ketersediaan energy bagi sel-sel hidup dihentikan, cepat atau lambat (bergantung suhu) system hidup akan rusak.
c. Proses fisika yang spontan yang disebabkan oleh kecenderungan termodinamika alami arah peningkatan ketidakteraturan, kehilangan informasi, dan akhirnya kematian (hkum termodinamika kedua).
d. Ada dua kesalahan dari teori Darwin, yaitu kesalahan menyingkirkan fakta ilmiah yang sudah ada (usia bumi atau dimensi ruang dan waktu dari alam semesta), dan kesalahan menerima doktrin semu (kemajuan evolusi beserta semua akibatnya).
Osman Bakar
a. Kesimpulan penting tentang status teori Darwin Pertama adalah, sepanjang sejarahnya, teori evolusi telah terus dikritik atau ditentang oleh bagian masyarakat ilmiah; kedua, para evolusionis beralih kepada praktik-praktik yang tidak ilmiah dalam usaha menyakinkan dominasi dan supremasi teoei evolusi bukan saja kepada kelompok ilmiah, tapi juga diantara masyarakat luas; ketiga, pada permulaan paruh kedua abad ini adanya peningkatan nyata dalam volume kritik ilmiah terhadap berbagai aspek teori evolusi dan keempat, banyak ilmuan yang meragukan kegunaan teori evolusi bagi keseluruhan disiplin ilmu biologi.
b. Kritik-kritik metafisika, filosofis, ilmiah dan relegius terhadap teori Darwin terus terjadi, masa depan teori ini menurut Tom Bethell sedang mendekati kejatuhannya sekarang ia dalam proses pembuangannya.
Harun Yahya 
Beberapa hal yang ditolak dari teori evolusi Darwin diantaranya adalah:
a. Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang menyebutkan bahwa makhluk hidup di muka bumi ini ada sebagi akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah.
b. Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang menyebutkan bahwa kehidupan di mulai dari sel yang pertama muncl dari factor kebetulan secara mandiri lalu sel ini berkembang dan berevolusi, dan dengan mengambil bentuk-bentuk yang berbeda-beda, menghasilkan berjuta-juta spesies makhluk hidup di bumi.


Pandangan agama Islam tentang teori Darwin
1. Alam semesta dengan seluruh isinya, baik yang dapat ditangkap oleh panca indra maupun tidak merupakan Ciptaan Allah Swt, yang dengan sengaja diciptakan oleh Allah. 
Teori yang mengatakan alam semesta dengan seluruh isinya berasal dari kejadian yang spontan, kebetulan, dan tiba-tiba, nyata-nyata bertentangan dengan agama Islam. 

2. Keragaman makhluk sengaja diciptakan Allah dan setiap jenis makhluk diciptakan secara kompleks, lengkap rumit, teratur, dalam bentuk,ukuran, dan proses atau waktu yang tepat, serta disusun dari komponen secara seimbang dan akurat. 
Teori Darwin yang menyatakan bahwa keragaman jenis makhluk berasal dari satu sel organism yang sederhana kemudian berkembang menjadi berbagai jenis makhluk sampai manusia karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan dengan agama Islam. 

3. Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang amat baik, makhluk yang terhormat disisi Allah, sehingga dijadikan Kholifah yang ada di Bumi. 
Teori yang menyatakan bahwa manusia berasal dari hewan (kera) yang berevolusi karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan dengan agama Islam. 

4. Setiap jenis makhluk hidup termasuk manusia dengan jutaan gen dan triliunan DNA (berisi informasi genetic) secara spesifik, system yang kompleks yang merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu kerja seleksi alam tak akan mampu mengubah kera menjadi manusia, berarti teori Darwin jelas tidak masuk akal dan tidak bias dipercaya. Secara mutlak bahwa teori evolusi Darwin dan para pengikutnya bertentangan dengan ajaran agama Islam. Umat islam yang mempercayai kebenaran teori evolusi Darwin dapat dikatan sebagai umat yang murtad, tidak beriman, kafir, atau atheis.

Kesimpulan
Pada dasarnya teori evolusi Darwin bertentangan dengan Sains dan Islam. Teori yang mengatakan alam semesta dengan seluruh isinya berasal dari kejadian yang spontan, kebetulan, dan tiba-tiba, nyata-nyata bertentangan dengan agama Islam.

Teori Darwin yang menyatakan bahwa keragaman jenis makhluk berasal dari satu sel organisme yang sederhana kemudian berkembang menjadi berbagai jenis makhluk sampai manusia karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan dengan agama Islam. Islam nenyatakan bahwa keragaman makhluk sengaja diciptakan Allah dan setiap jenis makhluk diciptakan secara kompleks, lengkap rumit, teratur, dalam bentuk,ukuran, dan proses atau waktu yang tepat, serta disusun dari komponen secara seimbang dan akurat. Setiap jenis makhluk hidup termasuk manusia dengan jutaan gen dan triliunan DNA (berisi informasi genetic) secara spesifik, system yang kompleks yang merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu kerja seleksi alam tak akan mampu mengubah kera menjadi manusia, berarti teori Darwin jelas tidak masuk akal dan tidak bias dipercaya.

ZAMAN SEJARAH DAN PRASEJARAH



1. Pengertian zaman prasejarah dan sejarah

Zaman prasejarah disebut juga zaman pra-aksara yang berasal dari kata pra artinya sebelum dan aksara artinya tulisan/huruf atau dapat disebut nirleka(nir=tidak, leka=tulisan). Jadi, zaman prasejarah adalah suatu zaman ketika manusia belum menggunakan tulisan sebagai dasar kebudayaannya. Sedangkan zaman sejarah atau disebut juga zaman aksara adalah zaman manusia sudah mengenal dan menggunakan tulisan.

2. Perubahan yang menandakan berakhirnya zaman prasejarah

Zaman sejarah ditandai dengan mulai adanya tulisan, hal tersebut yang menandakan berakhirnya zaman prasejarah. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah pada manusia di dunia tidak sama tergantung dari peradaban dari manusia tersebut.

3. Sumber-sumber  yang  dijadikan  bukti  perubahan  dari  zaman  prasejarah hingga sejarah
Sumber-sumber zaman prasejarah antara lain :

a. Fosil, yaitu sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena proses kimiawi. Fosil tersebut dapat berupa fosil manusia purba, tumbuh- tumbuhan dan hewan yang hidup dan berkembang pada zaman itu.
b. Peninggalan-peninggalan mereka selain fosil seperti alat-alat kehidupan yang digunakan
Sumber-sumber sejarah

a.Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung suatu peristiwa
b. Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa/kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno, buku, dan sebagainya.
c.Sumber benda adalah sumber sejarah yang  berupa benda-benda peninggalan budaya atau lazim dinamakan benda purbakala, misalnya: candi, senjata, gedung, dan sebagainya.
d.Sumber audio visual adalah sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman media elektronika, misalnya: kaset video, film, tape recorder, dan lain-lain.
4. Kehidupan manusia zaman prasejarah

a. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Geologi

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Faktor geologi menekankan informasi masa prasejarah dari segi perkembangan lapisan kulit bumi, komposisi, maupun strukturnya. Berdasarkan geologi, periodisasi prasejarah yang terdiri dari:
1. Arkaezoikum/zaman tertua

Ciri-cirinya adalah:

a. Berlangsung sekitar 2500 juta tahun lalu

b. Kulit bumi sangat panas dan dalam proses pembentukan

c. Belum terdapat tanda-tanda kehidupan

2. Paleozoikum/zaman primer atau zaman hidup tua

a. Berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu

b. Kulit bumi masih labil

c. Munculnya  tanda-tanda  kehidupan  yang  berupa  mikroorganisme yang disusul dengan keberadaan hewan reptil dan amfibi
d. Disebut zaman primer karena dianggap sebagai zaman kemunculan pertama makhluk hidup
3. Mesozoikum/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan
Ciri-cirinya adalah

a. Berlangsung sekitar 150 juta tahun yang lalu

b. Munculnya binatang berukuran raksasa, seperti dinosaurus. Dengan banyaknya binatang melata berkaki empat maka zaman ini disebut zaman reptilia atau zaman sekunder
c. Telah muncul hewan sejenis unggas

4. Neozoikum/zaman hidup baru.
                                                                                                               
Ciri-cirinya adalah

a. Berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu

b. Bumi mulai normal

Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:

a. Tersier/zaman ketiga

Ciri-cirinya adalah

 Berkurangnya binatang raksasa


 Munculnya binatang menyusui, seperti monyet

b. Kuartier/zaman keempat

Ciri-cirinya adalah

 Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu

 Munculnya kehidupan manusia pertama

Zaman kuarter diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

 Zaman Plestosen atau Dilivum

 Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu

Adanya  pencairan  es  di  kutub,  akibatnya  tenggelamnya daratan Asia di beberapa tempat menjadi dasar laut yang disebut Paparan Sunda, sedangkan daerah tenggelamnya daratan  Australia  menjadi  dasar  laut  dinamakan  Paparan Sahul
 Munculnya jenis manusia pithecanthropus

 Zaman Helosen atau Alluvium

 Berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu

 Munculnya jenis manusia Homo Soloensis, Wajakensis, dan sapien


b. Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan arkeologi

1. Zaman batu

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut

a. Disebut zaman batu karena hasil kebudayaan manusia prasejarah lebih banyak menggunakan unsur batu, walaupun mungkin unsur kayu, tulang juga digunakan
b. Berlangsung sejak 590.000 tahun yang lalu

c.  Pola pikir/budaya masyarakatnya masih sangat sederhana

Dari alat-alat peninggalan zaman batu dibedakan lagi menjadi tiga, yaitu:
a. Zaman batu tua (palaeolithikum) Ciri-cirinya adalah sebagai berikut

Berdasarkan penelitian, manusia prasejarah yang mendominasi zaman     ini adalah pithecanthropus erectus, meganthropus palaeojavanicus, dan homo soloensis
Ciri  khas  pola  hidupnya  bersifat  nomaden,  yaitu  bertempat tinggal secara berpindah-pindah atau tidak menetap
Dalam mencukupi kebutuhan makan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dari alam
Alat  kebudayaannya  yang  menonjol  adalah  kapak  genggam dari   batu,   seperti   kapak   perimbas,   chopper   (sebagai   alat penetak) ditemukan di Pacitan dan disebut kebudayaan Pacitan, flakes (serpih bilah) ditemukan di Ngandong dan dinamakan kebudayaan Ngandong, flakes juga ditemukan di Sulawesi Selatan dan lukisan-lukisan di Gua Leang-Leang yang bersifat religius
b. Zaman batu madya (mesolithikum)

Manusia prasejarah pada zaman ini merupakan keturunan ras

Papua Malanesoid dan ras Homo soloensis

Pola   hidupnya   mulai   bersifat   semi-sedenter   yaitu   tempat tinggal mulai menetap, namun demikian pola nomaden masih dilakukan. Masyarakatnya mulai bercocok tanam secara terbatas
  Alat kebudayaan yang digunakan adalah abris sous roche (goa karang sebagai tempat tinggal),kyokkenmoddinger (sampah dapur dari kulit kerang), pebble (kapak genggam Sumatera), dan mikrolit (batu serpih bilah dari Bandung)
 Sistem kepercayaan terhadap roh mulai muncul

c. Zaman batu muda (neolithikum)

Pada  zaman  ini,  manusia  prasejarah  jenis  Homo  soloensis dari ras Malayan Mongoloid dan Proto Melayu mendominasi kehidupan manusia di Nusantara
  Pola hidup berubah dari nomaden menjadi sedenter (pola hidup menetap)
Mata  pencaharian  berubah  dari  food  gathering  menjadi  food producing (memproduksi makanan sendiri dengan bercocok tanam, beternak)
Alat-alat kebudayaan yang dihasilkan adalah beliung persegi, kapak  lonjong,  perhiasan,  tembikar,  dan  rumah  panggung sebagai tempat tinggal
d. Zaman batu besar (megalithicum)

 Pada umumnya jenis manusia purba pada masa ini adalah Homo soloensis
 Pola hidup sedenter dan food producing telah stabil

Disebut  zaman  batu  besar  karena  alat-alat  kebudayaan  yang dihasilkan sebagai perwujudan sistem kepercayaan masyarakat yang telah berkembang baik. Hasil kebudayaannya adalah sebagai berikut.
Menhir,  adalah  tiang  batu  yang  melambangkan  peringatan terhadap roh nenek moyang

Daerah penemuannya di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara
Punden berundak, adalah bangunan bertingkat sebagai punden. Daerah penemuannya di Sibedug, Banten Selatan
Peti kubur batu, adalah lempengan batu berbentuk persegi panjang sebagai peti jenazah. Daerah penemuannya di Kuningan, Jawa Barat.
2. Zaman logam

Ciri-ciri zaman logam adalah sebagai berikut

a. Disebut zaman logam karena dalam kehidupannya, manusia telah menggunakan unsur logam
b. Pola pikir masyarakat telah maju ditandai dengan upaya membuat kapal layar untuk memperluas pergaulan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya
c.Masyarakat  prasejarah  kebudayaan  ini  adalah  bangsa  Deutero

Melayu atau Melayu Muda

Zaman ini dibagi menjadi tiga zaman, yaitu:

a. Zaman tembaga

Zaman   tembaga   menandai   masa   awal   manusia   prasejarah memasuki zaman logam
 Di Indonesia pada masa ini belum mengenal tembaga

b. Zaman perunggu

Masyarakat  telah  mengenal  sistem  irigasi  walaupun  sangat sederhana
Alat kebudayaan yang digunakan adalah kapak corong/kapak sepatu disebut sebagai kebudayaan Dongson, nekara, perhiasan perunggu, dan senjata perunggu
c. Zaman besi

Masyarakat telah mampu melebur bijih besi menjadi batangan besi
Alat  kebudayaannya  adalah  mata  kapak,  mata  panah,  mata tombak, mata pisau, dan gelang
c. Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan ciri kehidupan masyarakat Zaman prasejarah di Indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, dibagi menjadi empat babak, yaitu :
1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana

Ciri-ciri kehidupan sebagai berikut :

a.  Memiliki tingkat komunikasi yang masih minim

b. Hidup  di  daerah  dataran  rendah  yang  terdapat  sumber  air  dan makanan.
cK. ehidupannya                                     didominasi     dengan     kegiatan     berburu     dan mengumpulkan makanan.
d. Hidup berkelompok dalam jumlah yang kecil, agar dapat saling menjaga.
e. Hidup nomaden

f. Alat  yang  digunakan  masih  sangat  sederhana  yang  terbuat  dari batu sebagai perkakas, yaitu kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, proto kapak genggam, dan kapak genggam
g. Keadaan bumi masih berada pada masa tersier

h. Tumbuhan  yang  hidup  adalah  pohon  salam,rasmala  dan  umbi- umbian
i.  Manusia yang mendominasi adalah jenis pithecanthropus erectus dengan cara hidup food gathering, degan pembagian tugas yang jelas dan belum mengenal system religi
j. Sudah  mengenal  api  dan  mengunakan  perkakas  yang  masih sederhana. 
k. Keberadaan manusia

Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

 Meganthropus Palaeojavanicus

Ciri Meganthropus   :

 Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu

 Badannya tegak

 Hidup mengumpulkan makanan

 Makanannya tumnuhan

 Rahangnya kuat

Di Indonesia pernah ditemukan oleh Von Koeningswald tahun

1936 dan 1941 di formasi Pucangan, Sangiran

 Pithecanthropus Erectus

Ciri Meganthropus   :

 Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu

 Badannya tegak

 Hidup mengumpulkan makanan

 Makanannya tumnuhan

 Rahangnya kuat

  Di Indonesia ditemukan di beberapa daerah yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus,     Trinil,           Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong.
 Tingginya kira-kira 165-180 cm.

Kerangka  mirip  kera  atau  sering  disebut  manusia  kera  yang berjalan tegak.
 Homo Sapiens

Ciri jenis Homo :

 Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu

 Muka dan hidung lebar
 
 Dahi masih menonjol

   Taraf  kehidupannya  lebih maju dibanding manusia sebelumnya
Homo Sapiens Wajak  I  ditemukan  dekat Campur darat

Tulungagung Jawa Timur oleh Van Riechoten tahun 1889

 Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 di tempat yang sama
2. Masa berrburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Manusia prasejarah mengunakan tombak, tongkat dan kapak batu walaupun masih sederhana, area perburuannya yang luas.
b. Sudah tinggal di gua-gua dan berpindah apabila sumber makannya sudah habis.
c. Kondisi  bumi  mengalami  perubahan  iklim  dari  musim  dingain kemusim panas.
d. Masih hidup nomaden tetapi sudah mengenal system religi

e. Alat-alat yang digunakan masih sederhana yang terbat dari tulang, tanduk dari binatang rusa yang disebut sudip, serta alat batu lainnya
3. Masa bercocok tanam

Ciri zaman ini adalah :

a. Telah mulai menetap

b. Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal

c. Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma

d. Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat

e. Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
f.  Alat-alatnya sudah diupam/diasah

g. Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum

(zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar) 

4. Masa perundagian

a.Manusia  telah  pandai membuat  alat-alat  dari  logam  dengan keterampilandan keahlian khusus
b. Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya  dulu dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
c. Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran

d. Sudah mengenal bersawah

e. Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
f.  Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap

5. Kehidupan manusia zaman modern

Ciri-cirinya adalah

a. Meningkatnya produktivitas ekonomi dan efisiensi sumber daya yang tersedia,  serta  pemanfaatan  SDA  yang  memperhatikan  kelestarian alam sekitar.
b. di    bidang    agama    dan    kepercayaan    ditandai    dengan    adanya pengembangan  nalar  (rasio)  dan  kebahagiaan  kebendaan  (materi), yang pada akhirnya akan menimbulkan paham sekularisasi dan sekularisme.
c.Hubungan  antar  manusia  terutama  didasarkan  atas  kepentingan- kepentingan pribadi.
d. Kepercayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
e. Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
f.  Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.

g. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
h.  .. Ekonomi hampir    seluruhnya    merupakan    ekonomi    pasar    yang didasarkanatas penggunaan uangdan alat-alat pembayaran lain.
i. Pola  pikir  serta  pola  perilaku  rasional  atau  logis,  dengan  ciri-ciri menghargai karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berpikir kreatif, efisien, produktif, percaya pada diri sendiri, disiplin, dan bertanggung jawab
j. Memiliki  sifat  keterbukaan,  yaitu  dapat  menerima  pandangan  dan gagasan orang lain.
k. Tersedianya  fasilitas  pendidikan  formal  mulai  dari  tingkat  rendah hingga tinggi, disamping pendidikan keterampilan khusus lainnya
6. Contoh-contoh  perubahan  yang  terjadi  dari  zaman  prasejarah  hingga modern
a. Manusia yang awalnya tidak mengenal tulisan kemudian berkembang menjadi masyarakat yang telah mengenal tulisan
b. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mulanya belum ada di zaman prasejarah, seperti alat komunikasi, transportasi dan lainnya
c. Manusia yang   sebelumnya    menganut   kepercayaan    animisme    dan dinamisme, kemudian berkembang menjadi penganut kepercayaan monoteisme yaitu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
d. Adanya penemuan dan pembaharuan unsur teknologi baru yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.
e. Masyarakat yang sebelumnya belum mengenal uang, yang pada awalnya jika memerlukan suatu barang dilakukan dengan tukar menukar (barter), dengan berkembangnya zaman kemudian mereka mengenal apa yang namanya uang dan kemudian melakukan transaksi jual beli
B. Pendapat

R.  Moh.  Ali,  S.S  dalam  Pengantar  Ilmu  Sejarah  Indonesia  mengartikan sejarah sebagai :
K1.eseluruhan perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa, kenyataan-kenyataan yang benar-benar telah terjadi disekitar kita.
2. Ceritera tentang perubahan-perubahan itu.

3.  Ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Ernts  Bernheim  dalam  Lechrbuch  der  historischen  methode  und  der Geschictephiloshophie berpendapat    ilmu    sejarah    adalah    ilmu    yang menyelidiki dan menyajikan fakta-fakta perkembangan, perubahan umat manusia dalam dimensi ruang dan waktu dakam berbagai segi kehidupannya baik secara individual, khusus, kolektif sebagai segi makhluk sosial dalam kerangla hubungan sebab akibat psikopisik
 Teori Elton Mayo (siklus perubahan) Perubahan terjadi dalam suatu siklus/tahapan
 Perubahan pengetahuan (knowledge)

Mungkin karena pengetahuan saat ini telah berkembang maka seorang akan melakukan perubahan demi kesejahteraan dirinya
 Perubahan sikap (attitude)

Mungkin sekarang   ini    harus    meletakan    perubahan    sikap    supaya kehidupannya lebih baik dari sikap yang lalu
 Perubahan tingkah laku individu (individual)

Kebutuhan individu untuk perubahan tingakah lakunya supaya individu tersebut dapat mencapai kesuksesan dan kemauan individu tersebut
 Perubahan tingkah laku organisasi/kelompok

Perubahan   suatu   kelompok   desa   atau   organisasi   untuk   mencapai kemajuan yang lebih baik.

 Teori Perubahan Roger G (1962)

1. Awarness (melihat)

Adanya keinginan berubah karena telah melihat suatu kesuksesan yang telah dicapai seseorang
2. Interest (tertarik)

Keinginan untuk melakukan perubahan supaya lebih baik

3. Evaluation (menilai)
Suatu kelompok ingin melakukan perubahan dia terlebih dahulu melakukan penilaian itu baik atau tidak
4. Trial (mencoba)

Keinginan suatu individu ingin mencoba kebaikan atau perubahan yang lebih baik
5. Adaption (menerima)

Keinginan untuk melakukan perubahan pasti dia menerima kegagalan untuk mencapai perubahan tersebut

 Teori Perubahan Kurt Lewin (1951)

1.  Tahapan pencarian (unfeezing)

Keinginan  untuk  mencari  pengetahuan  untuk  melakukan  perubahan yang lebih baik dari sebelumnya
2.  Tahap diagnose masalah (problem diagnosis)

Sekelompok atau suatu individu yang memperbandingkan masalah baik atau buruknya bagi perubahan tersebut
3.  Tahap penentuan tujuan (goal setting)

Keinginan untuk melakukan perubahan maka individu tersebut harus melakukan atau melaksanakan tinjauan atau tujuan untuk melakukan perubahan
4.  Tahap penerimaan perilaku (new behavior)

Keinginan untuk melakukan perubahan dia harus merubah dulu perilaku untuk mencapai perubahan tersebut.

 Teori Perubahan Liptis (1973)

1.  Menentukan masalah (mendiagnosa masalah)

Membandingkan  masaah  lampau  dengan  masalah  yang  terjadi  pada saaat sekarang.
2.  Mengadakan assessment terhadap kemampuan untuk berubah.

Perubahan yang dilakukan harus dinilai karena itu perlu, supaya perubahan tersebut lebih baik lagi.
3.  Mengadakan assessment motivasi “change agent” dan sumber-sumber.
Mengadakan  motivasi  khususnya  yang  bermanfaat  untuk  perubahan tersebut.
4.  Menetapkan tujuan berubah supaya kehidupan kita itu lebih baik dari sebelumnya
5.  Menetapkan peran yang sesuai untuk berubah tujuan untuk melakukan perubahan supaya lebih baik
6.  Mempertahankan perubahan. Mempertahankan perubahan supaya lebih baik dari yang sudah-sudah

7. Mempertahankan perubahan    pada    tingkat    yang    dicapai    supaya perubahan tersebut tidak bisa menjadi kegagalan terhadap perubahan yang telah dicapai
8.  Mengakhiri bantuan yang diberikan. Mengakhiri   bantuan   yang   diberikan   karena   kita   telah   mencapai perubahan yang lebih baik. 

Jadi disimpulkan bahwa  :

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh yang luas di bidang perubahan. Perkembangan tersebut merupakan rangkaian dari perkembangan yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam  sejarah  dijelaskan  yang  pada  awalnya,  kehidupan  masyarakat  dimulai dari  masyarakat  primitif yang  hidup  sederhana.  Mereka  hidup  dari  hasil  berburu dan  mengumpulkan  makanan  yang  terdapat  di  alam  untuk  memenuhi  kebutuhan hidupnya. Manusia primitif berkembang dan beruhah menjadi beternak.  
Seiring dengan berkembangnya peradaban, kemudian muncul pertanian dalam bentuk yang sederhana yaitu dengan cara berladang, lalu kemudian dengan semakin berkembangnya teknologi kemudian manusia mulai mengenal apa yang namanya industri.

Manusia pada awalnya tidak mengenal tulisan, kemudian berkembang menjadi masyarakat yang telah mengenal tulisan. Zaman terus mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan hingga seperti sekarang ini. Itu semua merupakan rangkaian sejarah manusia yang berlangsung secara kontinuitas berdasarkan kronologinya, dan tidak secara tiba-tiba berubah begitu saja, namun ada tahapan-tahapan tertentu yang dijalani.